Mau Jadi Pelajar Berprestasi? Penilaian Tidak Melulu dari Nilai Ujian
Selasa, 7 Juli 2009 | 13:37 WIB
Selagi sebagian besar siswa menikmati liburan, ternyata ada sebagian temen kalian yang sibuk berjuang memperebutkan predikat "Pelajar Berprestasi" baik di tingkat kabupaten maupun kota.
Beberapa rekan kalian dari Kota Salatiga, Senin (6/7), baru saja menerima pengumuman pemenang pelajar berprestasi tingkat Kota Salatiga. Apa sih asyiknya menjadi pelajar berprestasi sampai mereka mengorbankan liburannya?
Seleksi pelajar berprestasi tersebut diselenggarakan secara berjenjang. Mereka yang menjadi juara pertama di daerah masing-masing akan kembali dinilai di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Penilaian pelajar berprestasi itu dimulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Mereka tentunya selain memperoleh piagam penghargaan juga mendapat uang pembinaan.
Kali ini untuk Kota Salatiga, predikat pelajar putra berprestasi diraih Afif Widiyanto, siswa SMAN 1. Sementara untuk kategori pelajar putri berprestasi diraih Christina Raida dari SMA Kristen Satya Wacana Salatiga. Keduanya akan mewakili Kota Salatiga untuk mengikuti persaingan tingkat Jateng pada 14-16 Juli mendatang.
"Mengasyikkan, soalnya orangtua saya jadi bangga banget sewaktu dapat kabar itu. Sampai saya disuruh cepat-cepat datang ke sekolah. Padahal, sebelumnya persiapan untuk ikut seleksi ini mepet sekali," tutur Raida.
Raida harus menyisihkan dua hari liburannya untuk mengikuti dua tahapan penilaian. Hari pertama dia diharuskan berpidato dalam bahasa Indonesia dan Inggris, kemudian mengikuti tes Matematika dan pengetahuan umum. Sementara pada hari kedua dia menampilkan tari sebagai salah satu ujian keterampilan.
Menurut putri pasangan Farida Ismiati dan Suratno tersebut, di kelas, dia hanya menduduki peringkat ke-9. Namun, dia sangat aktif dalam organisasi maupun kesenian. Beruntung pula pemilihan pelajar berprestasi tersebut tak melulu bicara soal nilai ujian, tetapi menelisik jauh ke dalam diri pelajar, mulai dari keterampilan, kepribadian, hingga etika.
"Kriterianya banyak sekali. Sesungguhnya ajang ini melihat secara komplet seorang siswa, tidak hanya nilai. Namun, pemenangnya belum mendapat fasilitas seperti pemenang olimpiade sains saat akan melamar perguruan tinggi," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Salatiga Zaenuri.
Menyesalkah mereka yang sudah menyisihkan waktu liburannya? "Enggaklah. Bagi saya menjadi pelajar berprestasi itu justru semakin meningkatkan motivasi," tutur Raida yang bercita-cita meneruskan pendidikan ke jurusan bisnis manajemen ini.
Dan, bukankah keberhasilan seorang pelajar memang sepatutnya tidak sekadar dipandang dari nilai ujian? (Antony Lee)
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Senin, 05 April 2010
Langganan:
Komentar (Atom)
